Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Nganjuk Tahun 2022
ada tahun 2022, Kabupaten Nganjuk menunjukkan resiliensi ekonomi yang solid pasca-pandemi dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,84%. Berada di jalur strategis Trans Jawa, Nganjuk menawarkan peluang investasi yang berfokus pada hilirisasi pertanian dan pengembangan kawasan industri baru. Download File
Berikut adalah rincian potensi dan peluang investasi di Kabupaten Nganjuk berdasarkan data tahun 2022:
1. Sektor Pertanian: "Gudang Pangan Jawa Timur"
Pertanian tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi terhadap PDRB sebesar 27,33%.
Bawang Merah: Nganjuk adalah salah satu produsen terbesar di Indonesia (pusatnya di Kecamatan Rejoso, Sukomoro, dan Bagor). Peluang investasi terbuka lebar pada industri pengolahan (pasta bawang, bawang goreng) dan cold storage.
Padi & Kedelai: Sebagai lumbung pangan, terdapat potensi pada modernisasi penggilingan padi (Rice Milling Unit) dan industri pakan ternak.
Perkebunan: Komoditas tebu dan tembakau yang butuh kemitraan pengolahan lebih lanjut.
2. Sektor Industri Pengolahan: Kawasan Industri Baru
Sektor industri mengalami lonjakan kontribusi menjadi 15,89% pada tahun 2022. Hal ini dipicu oleh:
Kawasan Industri Nganjuk (KING): Pemerintah daerah mendorong pengembangan zona industri di sepanjang akses tol (Rejoso, Sukomoro, Lengkong).
Industri Tekstil & Sepatu: Nganjuk menjadi tujuan relokasi industri dari wilayah dengan UMK tinggi. Ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif dan lahan yang luas menjadi daya tarik utama.
3. Sektor Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Nganjuk mulai memposisikan diri sebagai destinasi wisata alam dan budaya.
Wisata Alam: Julukan "1001 Air Terjun" (seperti Sedudo dan Roro Kuning) menawarkan peluang investasi di sektor perhotelan, glamping, dan pengelolaan kawasan wisata.
The Carnival Nganjuk: Diresmikan pada akhir 2022, menjadi simbol bangkitnya ekonomi kreatif dan taman hiburan modern di pusat kota.
4. Sektor Infrastruktur & Perdagangan
Akses Jalan Tol: Keberadaan Tol Trans Jawa (Ngawi-Kertosono) meningkatkan potensi logistik dan rest area.
Bendungan Semantok: Bendungan terpanjang di Asia Tenggara yang diresmikan akhir 2022 tidak hanya untuk irigasi, tetapi juga membuka peluang investasi wisata air dan energi terbarukan (PLTS apung).

