Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Nganjuk Tahun 2024
Pada tahun 2024, Kabupaten Nganjuk memposisikan diri sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Jawa Timur, didorong oleh letak geografisnya yang strategis di jalur Trans Jawa dan pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN). Secara ekonomi, Nganjuk mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,93% pada tahun 2024, dengan sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan sebagai motor utama. Download File
Berikut adalah rincian potensi dan peluang investasinya:
1. Sektor Industri: Kawasan Industri Nganjuk (KING)
Pemerintah daerah sedang gencar mempromosikan Kawasan Industri Nganjuk (KING) yang mencakup lahan seluas ±2.105 hektar. Kawasan ini terbagi di beberapa kecamatan strategis:
KING 1 & 2: Fokus pada area Rejoso, Sukomoro, Lengkong, dan Jatikalen.
Daya Tarik: Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang kompetitif dibanding wilayah Surabaya Raya (Ring 1) dan akses langsung ke pintu tol (Tol Ngawi-Kertosono).
Peluang: Industri manufaktur, pergudangan (logistik), dan pabrik padat karya.
2. Sektor Pertanian & Agribisnis (Unggulan Tradisional)
Nganjuk tetap menjadi lumbung pangan Jawa Timur, khususnya untuk komoditas Bawang Merah.
Potensi: Selain bawang merah, terdapat potensi besar pada padi, jagung, dan kedelai.
Peluang Investasi: Industri pengolahan hasil pertanian (hilirisasi), seperti pabrik pasta bawang, bawang goreng skala ekspor, serta teknologi pasca-panen (Cold Storage) untuk menjaga stabilitas harga.
3. Infrastruktur & Konektivitas
Pembangunan infrastruktur menjadi daya tarik utama bagi investor untuk masuk ke Nganjuk:
Bendungan Semantok: Diresmikan sebagai salah satu bendungan terpanjang di Asia Tenggara, berfungsi menjamin pasokan irigasi untuk 1.906 hektar lahan, yang memperkuat ketahanan investasi di sektor agrikultur.
Jalan Tol Kertosono-Kediri: Proyek yang sedang berjalan ini akan semakin memudahkan akses logistik menuju Bandara Dhoho Kediri, menjadikan Nganjuk sebagai titik transit logistik yang sangat strategis.
4. Energi Baru Terbarukan (EBT)
Nganjuk memiliki potensi Panas Bumi (Geothermal) di kawasan Gunung Wilis.
Peluang: Pengembangan energi hijau ini mulai dilirik untuk mendukung kebutuhan listrik industri di masa depan, sejalan dengan tren investasi berkelanjutan (ESG).
5. Sektor Pariwisata
Melalui konsep "Harta Karun Nganjuk", pemda mendorong investasi pada destinasi wisata alam dan buatan:
Objek Wisata: Air Terjun Sedudo dan pengembangan kawasan Selingkar Wilis.
Peluang: Investasi di bidang perhotelan, resor, dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya.

